keanggotaan osis dan mpk angkatan 2010-2011
Tanggal oktober lalu osis dan masa bakti 2009-2010 telah mengadakan lpj. Lalu setelah acara selesai maka langsung di adakan pemilihan pengurus mpk yang baru
Inilah dafter Calon Ketua MPK beserta Visi Misinya
1.Lela Kelas XI AK1
Visi :
1.lebih mendisiplinkan OSIS agar menjadi teladan dan lebih baik dari tahun sebelumnya
Misi:
2.Mempererat persaudaraan dan kekompakan
2.Eka Saidurizal Kelas X1 MM
Visi :
1.menciptakan lingkungan sekolah yang bersih
Misi:
1.Sering Mengadakan lomba kebersihan antar kelas
3.Susi Susilawati Kelas XI TKJ
Visi :
1.ingin mengaktifkan kembali kotak saran dan pesanyang bisa menjadi vitamin untuk osis dan warga smkn 1 lemahabang
Misi:
1.Dengan Saran dan pesan maka bisa menjadikan osis menjadi lebih baik
4.Edi Darmawan Kelas XI PM1
Visi :
1.memperbaiki kinerja osis
2.membuat osis menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya
Misi:
1.membuat osis sekarang lebih kompak dan sadar akan yugas-tugasnya.
Pemilihan di lakukan secara voting oleh perwakilan siswa dari masing masing kelas
Dan yang meraih suara terbanyak yaitu Eka Saidurizal Dari Kelas XI MM sebagai ketua MPK yang baru angkatan 2010-2011. Setelah pemilihan ketua Mpk yang baru maka perekrutan anggota MPK segera di laksanakan.
Inilah Struktur Organisasi MPK 2010-2011
Ketua : Eka Saidurizal kelas XI MM
Sekretaris : Lela kelas XI AK1
Bendahara : Edi Darmawan Kelas XI PM1
Angotta : Susi Susilawati kelas XI TKJ
Hatma kelas X AP
Dina kelas X AK1
Agung Wahyudi kelas X TKJ
Setelah MPK baru telah Terbentuk, maka tahap Selanjutnya Adalah Pembentukan OSIS inti beserta anggotanya. Kampanye yang di mulai sejak sampai. Mereka berkampanye dengan cara mereka masing masing beserta dengan tim suksesnya masing-masing. Dan pada tanggal berlangsung orasi calon ketua osis Ke semua siswa Smk.
Beikut adalah calon-calon ketua osis beserta visi dan misinya :
1.Febriana Nurananda S Kelas XI AK3
Visi :
1.terwujudnya osis menjadi SDM yang berkualitas
Misi:
1.Meningkatkan frofesionalisme dan akuntabilitas pengurus osis
2.melaksanakan kegiatan osis yang fermeable dan flexibel secara terintegrasi
3.meningkatkan peran serta osis dalam penyelenggaraan pendidikan melalui sinkronasi dan ko’ordinasi.
2. Dede Cahyadi XI TKJ
Visi :
1.Satu rasa, satu hati, satu Cinta
Misi :
1.Menigkatkan kinerja OSIS lebih baik lagi
3. Ahmad Cecep Ayip XI TKJ
Visi :
1.Persatuan dalam persaudaraan menciptakan SMKN 1 Lemahabang yang inovatif, terampil dan dinamis dalam segala aspek baik IMTAQ maupun IPTEK
Misi :
1. Menyelanggarakan kegiatan keagamaan maupun bidang akademik dan non akademik untuk menunjukan kreatifitas siswa
2. Mempertahankan dan meningkatkan kerjasama siswa tanpa mengurangi rasa hormat dan saling menghargai.
3. menciptakan lingkungan yang bersih dan berakhlak mulia
akhirya pada tanggal pemilihan calon ketua osis dengan cara pencontrenganpun di mulai. Yang mendapat suara terbanyak yaitu Ahmad Cecep Ayip Kelas XI TKJ
Siapapun Yang terpilih Semoga Dapat Memberikan Kontribusi Yang berarti Untuk Kemajuan SMK. Dalam hal ini semuanya tidak ada yang kalah, karena yang belum terpilih harus bisa bekerjasama dengan yang terpilih dan memberikan sumbangan baik berupa dorongan semangat dan gagasan – gagasannya maupun partisipasi dalam setiap kegiatan yang di laksanakan.
OSIS SMKN 1 LEMAHABANG ANGKATAN 2010-2011 di lantik pada tanggal 8 november 2010 besrta dengan pengurus MPK yang baru , semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk kepengurusan yang sekarang. Semoga OSIS angkatan 2010-2011 Bisa menjadi lebih baik dan memberikan kontribusi yang berarti untuk kemajuan sekolah maupun para siswanya juga memberikan contoh teladan kepada rekan-rekannya
Kamis, 13 Januari 2011
OSIS
Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS. |
Latar belakang berdirinya OSIS
Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.
Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.
Wawasan Wiyatamandala
Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor: 13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasra dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut:
- Sekolah merupakan wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan.
- Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk:
- meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa,
- meningkatkan kecerdasan dan keterampilan,
- mempertinggi budi pekerti,
- memperkuat kepribadian,
- mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
- Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan.
- Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya.
- Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.
Upaya untuk mewujudkan Wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap.
Struktur organisasi
Pada dasarnya setiap OSIS di satu sekolah memiliki struktur organisasi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, biasanya struktur keorganisasian dalam OSIS terdiri atas:- Ketua Pembina (biasanya Kepala Sekolah)
- Wakil Ketua Pembina (biasanya Wakil Kepala Sekolah)
- Pembina (biasanya guru yang ditunjuk oleh Sekolah)
- Ketua Umum
- Wakil Ketua I
- Wakil Ketua II
- Sekretaris Umum
- Sektetaris I
- Sekretaris II
- Bendahara
- Wakil Bendahara
- Ketua Sekretaris Bidang (sekbid) yang mengurusi setiap kegiatan siswa yang berhubungan dengan tanggung jawab bidangnya.
Arti lambang
Arti bentuk dan warna lambang OSIS:Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga
Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.Buku terbuka
Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara. Kunci pas
Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.Tangan terbuka
Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.Biduk
Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.Pelangi merah putih
Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas
Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.Warna kuning
Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.Warna coklat
Warna tanah Indonesia, berpijak pada kepribadian dan budaya sendiri serta rasa nasional Indonesia.Warna merah putih
Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.
Langganan:
Postingan (Atom)
