Kamis, 13 Januari 2011

Perintah Berkurban


Idul Adha dan peristiwa kurban yang setiap tahun dirayakan umat muslim di dunia seharusnya tak lagi dimaknai sebatas proses ritual, tetapi juga diletakkan dalam konteks peneguhan nilai-nilai kemanusiaan dan spirit keadilan, sebagaimana pesan tekstual utama agama.
Kurban dalam bahasa Arab sendiri disebut dengan qurbah yang berarti mendekatkan diri kepada Allah. Dalam ritual Idul Adha itu terdapat apa yang biasa disebut udlhiyah (penyembelihan hewan kurban). Pada hari itu kita menyembelih hewan tertentu, seperti domba, sapi, atau kerbau, guna memenuhi panggilan Tuhan.
Idul Adha juga merupakan refleksi atas catatan sejarah perjalanan kebajikan manusia masa lampau, untuk mengenang perjuangan monoteistik dan humanistik yang ditorehkan Nabi Ibrahim. Idul Adha bermakna keteladanan Ibrahim yang mampu mentransformasi pesan keagamaan ke aksi nyata perjuangan kemanusiaan.
Dalam konteks ini, mimpi Ibrahim untuk menyembelih anaknya, Ismail, merupakan sebuah ujian Tuhan, sekaligus perjuangan maha berat seorang Nabi yang diperintah oleh Tuhannya melalui malaikat Jibril untuk mengurbankan anaknya. Peristiwa itu harus dimaknai sebagai pesan simbolik agama, yang menunjukkan ketakwaan, keikhlasan, dan kepasrahan seorang Ibrahim pada titah sang pencipta.


Pata tanggal 18 november lalu sekolah kami melaksanakan praktek penyembelihan hewan kurban.
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih penerapan praktek berkurban pada siswa.
Kegiatan rutin tiap tahun ini di laksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu sehari setelah hari raya kurban. Hanya jumlah hewan kurbannya saja yang tidak menentu karena di sesuaikan dengan pengumpulan dana yang di peroleh dari siswa dan guru-guru smk n 1 lemahabang.



Mentari masih enggan menampakan wujudnya, tapi tak menyurutkan langkah kami untuk bergegas kumpul di basecamp kami. Karena hari ini adalah hari dimana pertama kali kami melakukan tugas dalam kegiatan sekolah sebagai anggota pengurus osis smk n 1 lemahabang tahun 2010-2011.
Jam 6.30 kita semua sudah lengkap berkumpul di depan ruang osis, tak lama kemudian kami di beri arahan dari ketua osis tentang langkah yang harus kami ambil dalam kegiatan ini. Setelah dirasa cukup jelas dan di mengerti oleh semua anggota osis yang lain maka kami di suruh bergegas melaksanakan tugas masing-masing yang telah di perintahkan.



Selanjutnya Sebelum memulai acara tak lupa kami kembali berkumpul di depan sanggar pramuka untuk kembali mendapat pengarahan dari pembina wakasek kesiswaan yaitu bapak Yayat hidayat M.Mpd S.Pd
Dan pengarahan berikutnya dari Pembina Kerohanian Bapak Toyib S.Ag


Mereka memberikan kami instruksi dan pengarahan-pengarahan kepada kami semua agar kami bisa melaksanakn kegiatan ini dengan baik . .
Setelah pengarahan dari para pembina, maka kita kembali bertugas masing masing,

Sebelum acara penyembelihan hewan kurban di lakukn. Kami mengumndangkan takbir. takbiran yang berlangsung sekitar 15 menit ini di laksanakn oles siswa dari osis yaitu Hatma dari kelas 10 AP2 dan Sobri 10 TKJ selelah sebelumnya telah mendapatkan bimbingan dari pembina kerohanian terlebih dahulu.



Sambil acara takbiran berjalan. Sementara itu anggota osis yang lain sibuk dengan tugas masing - masing dan melengkapi peralatan yang masih kurang. Lau saat acara takbiran sudah selesai maka sekaranglah saatnya untuk penyembelihan hewan kurban. Pada acara praktek penyembelihan hewan kurban tahun ini perwakilan dari siswa yang menyembelih yaitu mustopa dari kelas 11 AK2 dan taryono kelas 11 PM1 sementara dari pihak guru yaitu bapak moch Toyib dan madraka warga smk yang suka menjaga gerbang sekolahan kami beserta pasukanyapun ikut menyembelih dalam praktek hewan kurban ini, karena dari segi pengalaman merekalah yang paling ahli.




Jumlah hewan kurban yang berhasil di beli dari dana iuran siswa dan guru yaitu sebanyak 10 kambing. 9 kambing dari hasil pengambilan dana iuran siswa dan 1 kambing dari patungan gugu-guru serta staf TU.


inilah foto para Pembina yang hadir dalam acara praktek penyembelihan kewan kurban. Mereka melihat langsung dan memantau kegiatan ini serta ikut berpartisipasi dalam acara ini.



Setelah penyembelihan hewan kurban selesai lalu kambing harus di bersihkan dan di kuliti maka barulah kami bergerak memotong motong daging itu untuk kemudian di timbang dan di bungkus lalu di beriklan ke masyarakat yang berhak menerimanya. Pembagian daging kurban di bagikan ke lingkungan sekitar yang dekat dengan sekolah kami.




Setalah acara suah selesai dan semuanya beres maka kita langsung membersihkan semua dan melakukan proses penyelesaian. Cukup lumayan cape juga, tapi ketika semua beres dan kita bisa bersantai maka kami semua biasa tersenyum gembira telah berhasil melaksanakan kegiatan sekolah dengan baik serta kerjasama anggota yang cukup solid.
untuk penyelesaian terakhir,lalu kami berkumpul di kelas untuk melakukan evaluasi dari acara tersebut, kekurangan serta kendala yang muncul kita cari solusinya agar bisa di jadikan sebagai pengalaman untuk acara yang akan di langsunkan berikutnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar